Uneg-uneg tentang Jombang

December 9th, 2008 by jombang
Dulu kalau di tanya oarang asalnya dari mana?, berat hati rasanya mau ngaku dari Jombang…perasaan gak ada orang yang ‘ngeh’, yang namanya Jombang.
Jombang gak asing di kehidupanku walaupun aku gak tumbuh besar disana karena Mojodukuh adalah tempat Favorit dan jadi agenda tahunan untuk liburan sekolah,karena aku selalu ikut kepindahan tugas Bapak karena kebetulan bapak Polisi Hutan. kini Bapak sudah pensiun, menghabiskan waktu dan masa tuanya di Mojowangi.
Dari sejak aku masih kecil sampai sekarang yang namanya Jombang ya gitu dehhhhh… itu ae itu ae…’pancet’ gak ada perubahan, paling cuma agak bersih aja mulai ada lampu-lampu hias dan di cat sana-sini. Tapi gak nanya namanya pembangunan, gak ada perubahan mencolok dari segi pembangunan. Aku sempat bertanya “ada apa dengan perekonomian Jombang”, Apa karena kultur masyarakat petani makanya gak ada budaya konsumtif karena kehidupan petani yang keras memaksa mereka untuk hidup irit dan akhirnya daya beli rendah.
Dan apakah kota Jombang lokasinya ‘nanggung’ buat mereka aja yang mau belanja, larinya pasti ke Surabaya, atau Mojokerto.
Dan kalau sudah begitu gak usah ada mall deh, tapi kalau rekreasi orang Jombang seneng deh…ini terbukti selalu penuhnya tempat2 rekreasi di Jombang jika libur tiba, cuma sayang tempat2 rekreasi gak terurus, kotor.
Kalau di perhatikan cuaca panas kota JOmbang selalu membuat orang pengen mandi bawaannya, nah kenapa juga yang namnya pemandian, padusan selalu penuh sesak orang2 berenang….sebetulnya kalau jeli mbok ya o cari investor buat , atau bikin waterboom yang konsepnya kayak di Jakarta…pasti asik.
Orang gak akn jauh2 ‘adhus’…ke Jatim park 1 & 2, seperti orang nganjuk, blitar, kediri, pasti menggok ke Jombang.
Nah kalau di lihat dari situs sejarah juga kayaknya wilayah Jombang tu dulunya banyak sumber mata air yang di jadikan tempat mandi orang2 kerajaan, dan banyak ditemukan petilasan kolam2 besar untuk berenang seperti Sumberboto.
Segitu aja uneg-uneg saya yang bertahun-tahun menggelitik pikiran saya akhirnya tersalurkan juga. Go! Mas Yanto…waktu mas Yanto kepilih kebarengan aku dadi manten 5 tahun yang lalu…dan kata pendukungnya yang usil dan nakal…teriak2 “kemantene PDI” he hehe he…sontak suami saya yang PDI LOVERS… seneng banget dan ikutan teriak2 di depan rumah….
oh yah…Kami kelurga besar tinggal di pertelon Mojowangi dekat kecamatan tepatnya depan BRI samping toko Cik Hong orang bilang, pertokoan dari zaman bahoela yang tetap bertahan sampai sekarang.
Ibu saya aktif di PKK suka masak2 buat tamu2 yang datang ke Mojowarno.
Saya anaknya yang mbarep yang gak pernah tinggal lama di Jombang, tapi selalu pulang kampung kok dan makan pecel pagi di pertelon PLN, GAI SHIN, dan paling baru, enak murah meriah di PANDA… O ya satu lagi POHONG KEJUNYA mak nyussss, nek donat utami baru denger kayaknya juga dari kecil tu makanan gak ada, dan aku gak setuju kalau di jadikan ikon makanan gak khas rasane… masalahe donat kan ada di mana2. NUWUN…
dikirim oleh: Ch. Maya

Memberdayakan Potensi Makanan Tradisional sebagai Oleh-oleh Khas Jombang

December 13th, 2007 by jombang

Memberdayakan Potensi Makanan Tradisional sebagai Oleh-oleh Khas Jombang

Membangun
Jombang bisa melalui semua sektor. Termasuk mempromosikan Jombang
melalui makanan tradisional, donat kampoeng. Setidaknya demikian yang
dilakukan Rosidah. Pemilik Donat Kampoeng Utami, atau kini orang
mengenalnya sebagai DKU.

Meskipun kudapan donat awalnya berasal
dari luar negeri, namun di Indonesia juga ada donat kampoeng. Tekstur
donat kampoeng ini lebih padat daripada donat di mal. Mengapa dinamakan
donat kampoeng? Karena sifatnya dapat mengenyangkan masyarakat yang
hidup di kampung-kampung. Melalui jajanan donat kampung inilah, Rosidah
mencoba mengangkat para pengusaha kue tradisional di Jombang.

Rosidah
siap mempromosikan dan membangun Jombang melalui berbagai kudapan/kue
tradisional. Donat kampung buatannya, kini sudah sangat disukai oleh
semua lapisan masyarakat Jombang. Selain murah, hanya Rp 500,-, donat
kampoeng DKU juga lezat, sehat dan bermutu. Cocok untuk oleh-oleh khas
kota Jombang. Bagi para wisatawan lokal dari luar kota Jombang, akan
disayangkan bila tidak membawa oleh-oleh donat kampung buatan Rosidah.

Selain
itu, Rosidah juga siap mendukung kegiatan semua kegitan di Jombang
dengan kue buatannya. Tentu saja dengan harga yang sangat murah dan
terjangkau. Mulai Rp 500,-. Kue buatannya juga cocok untuk segala macam
acara Rapat, Pertemuan, Seminar, Workshop, Pesta, Ultah, Hajatan,
Pengajian, Wisata, Arisan, dan acara Lainnya.

Dalam rangka memenuhi kewajiban ijin edar semua produk Donat Kampoeng Utami,
Rosidah telah mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan dalam rangka Sertifikasi
Produksi
Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Dan telah mendapatkan
sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan Jombang No.636/35.17/07 dan
Depkes RI - P.IRT No.206351701636 tertanggal 31 Agustus 2007.

Kini,
Donat Kampoeng Utami telah teruji higiens sebagai Donat Sehat dan
Nikmat, juga bisa sebagai donat kampung oleh-oleh khas kota Jombang.

makeURL(”Yang menarik lagi, saat orang belum memikirkannya, Rosidah telah mengawalinya. yaitu menjual donat kampung kelas Rp 500-an,. Dia menjual donat melalui internet dan weblog. Bagi para netter bisa melihat profil DKU di http://utamidonat.blogspot.com”,”eHNsL21lc3NhZ2VzLnhzbA==”);Yang
menarik lagi, saat orang belum memikirkannya, Rosidah telah
mengawalinya. yaitu menjual donat kampung kelas Rp 500-an,. Dia menjual
donat melalui internet dan weblog. Bagi para netter bisa melihat profil
DKU di http://utamidonat.blogspot.com

Hal
ini semata dilakukan untuk mengangkat Jombang, yang kebetulan belum
punya ikon makanan khas. Rosidah berharap, DKU nantinya bisa menjadi
ikon baru kota Jombang.

dikirim oleh Donat Kampoeng

Menuju Jombang

October 4th, 2007 by jombang

Menuju Jombang

Tidaklah sulit untuk menjangkau wilayah Jombang, karena Jombang terletak pada posisi sangat strategis, yakni berada di persimpangan jalur lintas tengah  Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban. Untuk menuju kota jombang dapat ditempuh hanya melalui jalur darat saja, sedangkan jalur udara terdekat melalui Bandara Udara Juanda Surabaya, dan jalur laut terdekat adalah Pelabuhan Tuban yang selanjutnya menuju Jombang dengan jalur darat.

Jalur darat dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Dengan angkutan umum Anda dapat menggunakan angkutan bus untuk jarak jauh, ataupun Angkot/Angkudes untuk jalur jarak dekat yang menghubungkan daerah perbatasan Jombang dengan perbatasan wilayah lain, misal : Mojoagung – Mojokerto, Ngoro – Kandangan. Jalur Kereta Api juga bisa Anda gunakan, mulai dari kelas ekonomi, kelas bisnis dan kelas eksekutif.

Dari arah timur, jika Anda menempuh dengan angkutan umum dapat menggunakan bus dan kereta api. Bus yang tersedia melalui wilayah Jombang adalah bus dengan jurusan Surabaya – Madiun, Surabaya Jogjakarta, Surabaya  – Tulungagung dan  Surabaya – Trenggalek. Bus memasuki wilayah jombang melalui wilayah mojokerto, terminal yang Anda temui pertama kali adalah terminal mojoagung, sedangkan terminal utama jombang (kepuh sari) kira-kira 15 Km ke arah barat. Jalur kereta api dari arah timur dapat ditempuh memasuki wilayah jombang melalui wilayah mojokerto, stasiun yang pertama kali Anda temui adalah stasiun sumobito, untuk menuju stasiun utama jombang lanjutkan perjalanan Anda kira-kira 15 Km. Stasiun Utama jombang terletak bersebelahan aloon-aloon jombang atau pendopo Kota Jombang, tepatnya di sebelah selatannya. Selain itu Anda juga dapat menggunakan Angkot/Angkudes yang melalui jalur-jalur pendek Mojoagung - Mojokerto (Lyn M), jalur Jombang - Trowulan.

Dari arah barat, Jika Anda menempuh dengan angkutan umum dapat menggunakan angkutan bus dan kereta api. Jalur bus dapat ditempuh dengan jalur bus Surabaya– Madiun, jalur Surabaya– Jogjakarta. Anda akan memasuki wilayah Jombang melalui wilayah Nganjuk. Terminal yang akan Anda singgahi pertama kali adalah sub terminal pasar perak, untuk menuju ke terminal utama jombang lanjutkan perjalanan Anda ke timur kira-kira 25 Km. Jalur kereta api yang dapat Anda gunakan akan memasuki wilayah jombang melalui wilayah nganjuk, stasiun yang pertama kali Anda kunjungi adalah stasiun sembung (perak). Untuk melanjutkan ke stasiun utama silakan teruskan perjalanan Anda kira 20 Km lagi.

Dari arah selatan, angkutan umum yang tersedia adalah angkutan bus saja, angkutan kereta api tidak tersedia. Anda memasuki wilayah Jombang melintasi wilayah Lamongan. Biasanya bus yang melalui jalur ini adalah bus mini dengan jalur trayek Malang– Jombang- Tuban, Malang– Jombang - bojonegoro. Terminal yang akan anda lalui pertama kali adalah sub terminal Kabuh.

Dari arah utara, angkutan umum yang tersedia adalah angkutan bus saja, angkutan kereta api tidak tersedia. Biasanya bus yang melalui jalur ini adalah bus mini dengan jalur trayek Malang– Jombang- Tuban, Malang– Jombang - bojonegoro. Terminal yang akan anda lalui pertama kali adalah terminal Ngoro. Selain itu dapat juga ditempuh dengan Bus dengan jalur Surabaya– Pare – Trenggalek.

Selamat Anda memasuki wilayah Jombang, nikmati keindahan alamnya, keramahan penduduknya dan prospek bisnisnya.

dikirim oleh Zaqi, diolah dari berbagai sumber

Hotel dan Penginapan

September 30th, 2007 by jombang

Hotel dan Penginapan

Jika Anda lelah dalam berwisata atau berbisnis di Jombang, ada baiknya anda menginap di beberapa hotal atau penginanapan yang tersedia di Jombang. Meski bukan hotel berbintang, pelayanan dan kenyamaan hotel dan penginanpan sangatlah memuaskan. Berikut adalah alamat beberapa hotel yang ada di Jombang.

AGUNG HOTEL (Melati 1) , Jl. Panglima Sudirman 48; (62-321) 81791/ 91791

DEWI HOTEL (Melati 1), Jl. Brigjen Kretarto 20;(62-321) 61163

FATMA HOTEL (Melati), Jl. Urip Sumoharjo 22 – 24;(62-321) 81665

INDAH HOTEL (Melati 1),Jl. Urip Sumoharjo 28;(62-321) 81866

MELATI HOTEL (Melati), Jl. Panglima Sudirman 60;(62-321) 81389

NETRAL HOTEL (Melati 1), Jl. Veteran 124; (62-321) 81711

SENTRAL HOTEL (Melati 1), Jl. Merdeka 42; (62-321) 81566

SUMBER REJEKI HOTEL (Melati 1), Jl. Gatot Subroto 51; (62-321) 81251

UDARTI HOTEL (Melati 1), Jl. Urip Sumoharjo 42; (62-321) 81704

dikirim oleh zaqi, diolah dari berbagai sumber

Wisata Jombang

September 30th, 2007 by jombang

Wisata  Jombang

Kabupaten Jombang memiliki berbagai keindahan alam dan potensi pariwisata lain yang menarik. Sangat disayangkan, potensi tersebut pada umumnya belum digali, dan tidak memiliki pendukung sarana dan prasarana yang memadai untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Jombang; sehingga menunggu adanya investasi untuk menggarapnya. Hal ini sangat penting dan menguntungkan, mengingat posisi Kabupaten Jombang yang bersebelahan dengan daerah tujuan wisata alam Malang di tenggara dan Pacet-Trawas-Tretes di timur; serta wisata historis (situs Majapahit) Trowulan.

Wisata Umum

  • Tirta Wisata. Tempat wisata lokal yang terdapat balekambang, kolam pancing, kolam renang dan lapangan tenis. Tempat ini sering diselenggarakan berbagai konser, baik artis regional hingga artis ibukota. Terletak di tepi jalan raya Jombang-Surabaya, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan.
  • Pujasera Kebonrojo Tempat wisata lokal yang umumnya dikunjungi saat-saat hari minggu dan hari libur, terletak persis di jantung kota. Di tempat ini selalu ramai dikunjungi karena menawarkan berbagai jenis jajanan dan makanan. Akhir-akhir ini tempat ini menyediakan berbagai permainan untuk anak-anak.
  • Monumen Pesawat Tempur, terletak persis di depan Tirta Wisata. Pesawat Tempur yang dulunya merupakan armada skadron milik TNI AU ini telah dihibahkan kepada kabupaten jombang menghiasi koleksi wisata yang cukup menawan.
  • Aloon – Aloon, dengan berhias taman di sekelilingnya dan empat pilar menara masjid yang merupakan simbol kota jombang, aloon – aloon merupakan tempat rekreasi yang sering dikunjungi, tanpa mengeluarkan biaya masuk sepeserpun. Pada hari minggu banyak dikunjungi orang-orang yang berolahraga jogging, sepakbola dan aktivitas lainnya. Jika Anda merasa haus bisa anda nikmati berbagai minuman dan jajanan yang umunya dijual oleh PKL di sekeliling aloon – aloon. Pada hari-hari tertentu sering juga diadakan even-even menarik seperti pameran raya, musik, lomba-lomba dan sebagainya.

Wisata Sejarah

  • Sendang Made. Sendang Made terletak di Desa Made, Kecamatan Kudu. Di kawasan ini terdapat peninggalan sejarah petilasan Raja Airlangga. Selain Sendang Made di sekitarnya terdapat sendang-sendang lain yang lebih kecil, Diantaranya Sendang Payung, Sendang Padusan, Sendang Drajat, Sendang Sinden dan Sendang Omben.  Sendang Made diyakini sebagai sisa peninggalan kerjaan Majapahit.
  • Candi Arimbi. Candi Arimbi dulunya merupakan pintu gerbang sebelah selatan Kerajaan Majapahit. Terletak di Desa Ngrimbi, Kecamatan Wonosalam. Letaknya sangat strategis karena berada di tepi jalan utama Mojoagung-Wonosalam.

Wisata Alam

  • Wanawisata Sumberboto. Merupakan wana wisata binaan dari Perhutani yang banyak dikunjungi wisatawan lokal. Suasana dingin dan asri penuh dengan pepohonan, terdapat pula kolam renang air hangat. Terletak di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno.
  • Wisata Perkebunan Panglungan. Kawasan perkebunan dengan topografi pegunungan yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam ini berfungsi sebagai daerah resapan air dan kawasan konservasi lahan. Saat ini Panglungan tengah dikembangkan sebagai agrowisata dengan tanaman utama kakao, cengkeh, melinjo, dan kopi.
  • Air Terjun Tretes. Merupakan air terjun yang sangat indah dengan ketinggian 158 meter, dan terletak di ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut. Terletak di Dusun Tretes, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam; sekitar 40 km dari pusat kota Jombang.
  • Goa Sigolo-golo. Jombang memiliki goa-goa alami yang indah dan belum dikembangkan sebagai wisata komersial. Salah satunya adalah Goa Sigolo-golo yang terletak di Dusun Kranten, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam.

  • Kedung Cinet. Kedung Cinet merupakan wisata alami pegunungan yang sangat mempesona. Aliran sungai yang jernih dan menawan dilintasi oleh "jembatan goyang". Terdapat di desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan.
  • Waduk Plabuhan, Terletak di desa Plabuhan dan mempunyai luas + 3 Ha. Hanya + 4 km dari Kantor Camat Plandaan. Waduk ini cocok untuk melepas lelah, karena mempunyai pemandangan yang sangat indah.
  • Waduk Jambe, Terletak di Dsn. Jambe Ds. Bangsri dan mempunyai luas + 2,25 Ha. Selain digunakan untuk pengairan, waduk ini juga merupakan tempat wisata yang sangat menarik. Hanya + 2,5 km dari Kantor Camat Plandaan.
  • Dam Karet. Aliran sungai berantas yang dibendung dengan media yang terbuat dari karet ini menambah pesona tersendiri untuk dikunjungi. Biasanya banyak dikunjungi oleh orang-prang yang mempunyai hobi memancing. Terletak di wilayah kecamatan Megaluh.

Wisata Religi

  • Pondok Pesantren. Jombang telah lama terkenal dengan julukan kota santri. Berbagai pesantren sangat menjamur di kota ini. Pesantren terbesar di Jombang adalah Pesantren Tebu Ireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Pesantren Denanyar dan Pesantren Daru Ulum Peterongan.
  • Makam K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Wachid Hasyim. K.H. Hasyim Asy’ari merupakan pendiri Ponpes Tebuireng (Jombang), salah satu pendiri organisasi Nahdatul Ulama. Puteranya, K.H. Wachid Hasyim adalah Menteri Agama RI pertama. Dua makam pahlawan nasional ini terletak di kompleks Ponpes Tebuireng, Cukir, Kecamatan Diwek.
  • Makam Sayid Sulaiman. Sayid Sulaiman merupakan salah satu penyebar Islam di kawasan Jombang pada era pasca runtuhnya Majapahit. Pada malam Jum’at Legi, makam ini banyak dikunjungi peziarah. Terletak di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.
  • Pengajian Padang Mbulan. Pengajian Padang Mbulan merupakan pengajian rutin yang digelar pada setiap malam bulan Purnama. Pengajian ini dirintis oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Diadakan di halaman depan asal rumah Cak Nun di Desa Menturo, Kecamatan Sumobito.
  • Kelenteng Hong San Kiong. Terletak di desa Gudo, Jombang. Selain dikenal sebagai tempat ibadah Tridarma (Agama Taoisme, Budha, dan Konghucu) juga sebagai tempat berobat. Menariknya yang datang untuk berobat juga banyak yang dari kalangan pribumi. Setiap menjelang Tahun Baru Imlek, kelenteng ini mengadakan acara hajatan yang cukup meriah, seperti Wayang Potehi maupun Pagelaran Barongsay
  • Gereja Mojowarno. Gereja Mojowarno merupakan gereja tertua di kawasan indonesia timur, serta dulunya pernah menjadi pusat salah satu aliran Kristen Protestan pada jaman Belanda. Setiap setahun sekali, gereja ini mengadakan Upacara Kebetan dan Unduh-unduh, yang sarat akan kultur lokal.
  • Makam Gunung Kuncung. Terletak di lereng gunung, di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonosalam; yakni di perbatasan dengan Kabupaten Kediri.
  • Makam Pangeran Benowo. Makam ini terletak di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam.

dikirim oleh zaqi, diolah dari berbagai sumber

Sejarah Kota Jombang

September 30th, 2007 by jombang

Sejarah dan Kebudayaan Kota Jombang

Perjalan sejarah Jombang

Penemuan fosil Homo mojokertensis di lembah Sungai Brantas menunjukkan bahwa seputaran wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang diduga telah dihuni sejak ratusan ribu tahun yang lalu.

Tahun 929, Raja Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, diduga karena letusan Gunung Merapi atau serangan Sriwijaya. Beberapa literatur menyebutkan pusat kerajaan yang baru ini terletak di Watugaluh, tepi Kali Brantas yang kini adalah Kecamatan Megaluh (Kabupaten Jombang). Suksesor Mpu Sindok adalah Sri Isyana Tunggawijaya (947-985) dan Dharmawangsa (985-1006). Tahun 1006, Sriwijaya menghancurkan ibukota kerajaan Mataram dan menewaskan Raja Dharmawangsa. Airlangga, putera mahkota yang ketika itu masih muda, berhasil meloloskan diri dari serbuan Sriwijaya, dan ia menghimpun kekuatan untuk mendirikan kembali kerajaan yang telah runtuh. Bukti petilasan sejarah Airlangga sewaktu menghimpun kekuatan kini dapat dijumpai di Sendang Made, Kecamatan Kudu (Kabupaten Jombang). Tahun 1019, Airlangga mendirikan Kerajaan Kahuripan, yang kelak wilayahnya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali ; serta mengadakan perdamaian dengan Sriwijaya.

Pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang kini Kabupaten Jombang merupakan gerbang Majapahit. Gapura barat adalah Desa Tunggorono (Kecamatan Jombang), sedang gapura selatan adalah Desa Ngrimbi (Kecamatan Bareng). Hingga ini banyak dijumpai nama-nama desa/kecamatan yang diawali dengan prefiks mojo-, di antaranya Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojongapit, dan sebagainya. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng.

Menyusul runtuhnya Majapahit, agama Islam mulai berkembang di kawasan, yang penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Seiring dengan melemahnya pengaruh Mataram, Kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-17, yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda. Etnis Cina juga berkembang; Kelenteng Hong San Kiong di Gudo, yang konon didirikan pada tahun 1700 masih berfungsi hingga kini. Hingga kini pun masih ditemukan sejumlah kawasan yang mayoritasnya adalah etnis Tionghoa dan Arab.

Tahun 1811, didirikan Kabupaten Mojokerto, di mana meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Jombang merupakan salah satu residen di dalam Kabupaten Mojokerto. Bahkan Trowulan (di mana merupakan pusat Kerajaan Majapahit), adalah masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang.

Alfred Russel Wallace (1823-1913), naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi dan terkenal akan Garis Wallace, pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang ketika mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Tahun 1910, Jombang memperoleh status Kabupaten, yang memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto, dengan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama. Masa pergerakan nasional, wilayah Kabupaten Jombang memiliki peran penting dalam menentang kolonialisme. Beberapa putera Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari (salah satu pendiri NU dan pernah menjabat ketua Masyumi) dan KH Wachid Hasyim (salah satu anggota BPUPKI termuda, serta Menteri Agama RI pertama).

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

dikutip dari wikipedia.org